10 Rahasia Sederhana Keberhasilan Panen yang Sering Terlupakan

Banyak faktor yang bisa mempengaruhi keberhasilan usaha pertanian. Baik itu faktor internal yang yang sifatnya “alami”, atau pun masalah eksternal.

Dari sisi internal, keberhasilan produktivitas dan panen pertanian, antara lain dipengaruhi antara lain dari :

#1. Profesionalisme atau Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Petani Pengelolanya. Saatnya kita sekarang menjadi petani berdasi, petani terdidik yang membuka hati dan pikiran pada berbagai inovasi teknologi pertanian dan bio-teknologi pertanian.

#2. Enterpreneursihip atau Jiwa wirausaha tani, yaitu bagaimana kita berpikir dan bertindak untuk meningkatkan produktivitas dengan biaya operasional yang rendah.

#3. Tenaga kerja. Bayarlah mereka dengan bayaran yang layak. Bla pegawai tetap, bayarlah dengan gaji dan insentif produktivitas sehingga saat panen bagus maka insentifnya pun ikut bagus. Sebaliknya, bila hasil produksi / panen jelek, maka mereka pun akan menerima hasil yang sesuai. Insentif produktivitas ini, Insya Allah akan memicu produktivitas dan meningkatkan rasa memiliki mereka pada proses dan hasil panen.

#4. Kepemilikan lahan. Dengan kepemilikan lahan yang luas tentu saja hasil yang lebih maksimal lebih mudah didapatkan.

#5Modal. Bila modal yang dibutuhkan besar, carilah investor atau buat konsorsium dengan sistem bagi hasil. Jangan pinjam dari bank atau terlibat pembiayaan yang mengandung unsur riba. Kita harus menghindari riba yang menurut Rasullullah SAW bisa menyiksa Anda di malam hari dan membuat Anda terhina di siang hari.

#6. Penerapan teknologi pertanian dan bio-teknologinya.

#7. Kesuburan tanah dan topografi (seperti tanah pesisir pantai, tanah dataran rendah dan dataran tinggi). Tingkat kualitas tanah yang baik untuk lahan pertanian dapat dinilai dari : 1) Banyaknya jenis taanaman yang dapat ditanam di tanah tersebut, dan 2) Tingkat produktivitas yang dihasilkan dari tanaman yang ditanam di tanah tersebut

Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi hasil panen, antara lain bisa disebabkan oleh faktor Iklim/cuaca, saarana transportasi dan komunikasi, pupuk dan pestisida, dan kebijakan pemerintah yang seringkali menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP) gabah dan komuditas pertanian lainnya.

Lalu apa yang bisa kita lakukan dengan semua faktor itu :

#1. Luruskan niat. Awali dengan doa. Dan libatkan Allah terus selamanya.

#2. Pilih komoditi yang tepat yang sesuai dengan topografi tanah. Komoditi yang bisa dipilih adalah yang yang paling besar imbal hasilnya, paling cepat panennya, atau paling mudah mengelolanya. Anda sendiri yang menentukan itu.

#3. Belajar langsung dari setidaknya 4 praktisi sukses di bidang yang sama. Bergurulah pada mereka. Tanyakan kepada mereka selengkap-lengkapnya dan sejelas-jelasnya : Cara memilih bibit unggul, jarak tanam / padat tebar, pemeliharaan, usia panen yang paling optimal, dll.

#4. Ikuti komunitas para petani organik atau komunitas sejenis sesuai kebutuhan kita.

#5. Carilah penyuluh pertanian, atau datangi bagian informasi di Dinas Pertanian. Atau silakan bagi Agen MaxiGrow yang sudah terdaftar, Anda dapat hubungi Info Layanan MaxiGrow dengan terlebih dahulu menyebutkan Nama Lengkap dan Nomor Identitas ID Anda : info@maksiplus.com dan Whatsapp: +62 811-3523-236

#6. Bersikap dan berpikiranlah terbuka. Teruslah belajar dari berbagai sumber yang bisa dicari dari mbah Google, YouTube dan media social lainnya. Ikuti seminar, beli buku atau majalah pertanian, atau ikuti pelatihan profesional yang berkait dengan pertanian yang sedang kita geluti.

#7. Berdoa. Sebelum pupuk MaxiGrow diaplikasikan, berikan doa : Bismillah 7x (agar berkah), Istighfar 1x (untuk meluruskan niat), Al Fatihah (untuk mengobati dan menyuburkan tanaman), dan Sholawat 21x (agar kita disiplin dan tetap istiqomah dalam bekerja).

#8. Catat semua perkembangan. Evaluasi hasilnya dan diskusikan hasilnya ke ahlinya.

#9. Syukuri hasilnya. Jangan lupa keluarkan zakat dan sedekah.

#10. Bagikan keberhasilan kita kepada yang membutuhkannya. Niatkan semangat berbagi pengalaman dan keberhasilan ini sebagai sebuah ibadah. Swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional harus kita upayakan dimulai dari lingkar terkecil diri kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s